Krisis Air Bersih Harus Diatasi

Bike To Green Bersama Menpora Diikuti 3.000 Peserta ya artikel tersebut merupakan postingan sebelumnya di blog Bisnis Type Approval, dan kali ini saya akan membahas tentang Krisis Air Bersih Harus Diatasi. Mnurut informasi bahwa Penyediaan air bersih bagi warga DKI Jakarta hingga kini masih menjadi persoalan krusial yang belum terselesaikan.Pemerintah dituntut segera mengatasi masalah tersebut.

Menurut hasil penyelidikan Type Approval Indonsia bahwa Ketergantungan manusia terhadap air bersih sangat tinggi. Maklum, seluruh aktivitas masyarakat sangat terkait erat dengan keberadaan air bersih. Tak hanya menopang kebutuhan rumah tangga sehari-hari, namun segala kegiatan di segala bidang juga sangat bergantung dengan air bersih. Andai saja penyediaan air bersih bermasalah, dampaknya pun sangat terasa. Mulai dari terhambatnya aktivitas, hingga terancamnya kesehatan masyarakat. Seperti yang terjadi di Jakarta beberapa pekan terakhir ini.Warga di sejumlah wilayah Ibu Kota dibuat resah dengan masalah air bersih. Mereka tak lagi bisa menikmati fasilitas air bersih, seperti yang selama ini mereka dapatkan, lantaran distribusi air bersih tersendat.

Kalaupun mengalir, pasokannya hanya sedikit. Kualitas air yang diterima juga tak layak, warnanya keruh, bercampur lumpur dan mengeluarkan bau yang tidak sedap, menurut paman gober yang memounyai blog Type Approval Indonesia. Kekurangan bahan baku merupakan alasan yang sering disebut- sebut operator penyedia air sebagai penyebab atas krisis air bersih tersebut. Karena kondisi ini, maka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,seperti minum,masak, mandi dan mencuci,warga terpaksa membeli air meski harus membayar dengan harga yang sangat tinggi. Hal ini tentu saja membuat beban yang ditanggung masyarakat semakin bertambah. Ironisnya lagi, untuk menyiasati krisis air bersih sejumlah warga nekat menggunakan air selokan yang diendapkan untuk memenuhi semua kebutuhannya.

Mereka tak lagi memedulikan kesehatan, asalkan semua kebutuhan terpenuhi, menurut hasil pemantauan Type Approval Indonesia. Ada pula warga yang memilih mengungsi ke rumah saudara atau kerabat lainnya yang memiliki air bersih. Kondisi memprihatinkan seperti ini, tak hanya dialami sektor rumah tangga saja, sejumlah industri dan perkantoran pun turut merasakan imbas tersebut. Hasil jajak pendapat harian Seputar Indonesia (SI) yang diselenggarakan pada 10–14 Mei 2010 merekam tingkat kesulitan sebagian warga dalam mendapatkan air bersih.

Dari hasil survei yang melibatkan responden di lima wilayah DKI Jakarta (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Jakarta Timur) sebanyak 18% responden mengeluh dan merasa dirugikan atas kondisi air yang tidak layak di wilayahnya. Jika dilihat persentase tingkat kesulitan warga untuk mendapatkan air bersih menurut survei Kanghari dalam tabel per daerah, Jakarta Utara tercatat sebagai wilayah yang tertinggi. Sementara untuk daerah lain, seperti Jakarta Selatan dan Barat, tingkat kesulitan untuk mendapatkan air bersih cenderung rendah.

Segala sesuatu yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, termasuk air. Apalagi, dalam situasi di mana populasi manusia semakin bertambah, ancaman terhadap keberadaan sumber mata air semakin tajam. Lantas, sudahkahwargaJakarta terpuaskan dengan kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memberikan pelayanan fasilitas air bersih?

Hasil jajak yang berhasil di kutip Type Approval Indonesia menggambarkan penilaian masyarakat dan hasilnya, ternyata sebagian besar responden belum merasakan kepuasan atas pelayanan yang diberikan pemprov. Dalam survei yang melibatkan 400 responden tersebut, tercatat 37% responden yang menyatakan pendapat tersebut.Hanya 19% responden yang memberikan penilaian positif, sedangkan 25% lainnya menjawab cukup puas dan 19% sisanya menjawab tidak tahu. (lihat tabel) Lambatnya langkah pemprov dalam mengantisipasi krisis air bersih baru-baru ini dinilai salah satu indikasi atas lemahnya kinerja pemprov. Sejumlah indikasi lain juga menunjukkan kurang perhatiannya pemprov terhadap masalah air bersih di mata masyarakat.

Kenyataannya, Jakarta memang cukup bermasalah dengan air bersih.Berdasarkan data Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, 80% sampel air tanah di lima wilayah yang terdiri dari 75 sumur di 75 kelurahan di Jakarta telah tercemar dengan bakteri Escherichia coli (E-coli). Bahkan di beberapa daerah, airnya sudah tercemar dengan logam berat. Hal ini sangat memprihatinkan karena aspek kesehatan menjadi taruhannya. Berdasarkan kondisi itulah, maka warga pun menuntut pemprov segera melakukan peningkatan pelayanan fasilitas air bersih. Pemprov diharapkan bisa segera mengambil tindakan untuk mengakhiri krisis air bersih sehingga tidak menjadi masalah berkepanjangan.

Dalam hasil jajak pendapat yang berhasil di kutip Bisnis Type Approval bahwa sebanyak 7% responden berharap agar pemprov bisa mengantisipasi krisis air bersih dengan memperhatikan aspek lingkungan dalam setiap izin pembangunan yang diberikan. Hal ini menjadi point yang ditekankan oleh responden pada golongan ini.Sebab,kenyataannya pemprov sepertinya tak lagi mempertimbangkan lingkungan dalam melakukan pembangunan. Izin pendirian gedung-gedung tinggi, seperti hotel-hotel, perkantoran, serta pusat perbelanjaan tetap dikeluarkan meski jelasjelas merusak tata lingkungan.Tak mustahil, lambat laun lahan resapan air akan hilang.Saat ini saja tercatat, dari total luas daratan Jakarta seluas 661 km persegi,hanya 9% saja yang masih berupa ruang terbuka hijau. Selebihnya, didominasi oleh hutan beton (perumahan dan perkantoran).

Tak hanya diminta untuk mempertimbangkan faktor lingkungan dalam setiap kebijakan pembangunan, pemprov juga diharapkan bisa mengambil langkah terhadap kegiatan pembangunan yang sifatnya merusak lingkungan. Sebut saja di antaranya menimbun situ atau menguruk lahan konservasi. Sanksi tegas perlu diberlakukan kepada pihak-pihak yang melanggar.

Selektif dalam hal pemberian izin pembangunan memang bukan satu-satunya langkah yang diharapkan masyarakat dari Pemprov DKI Jakarta. Menurut 4% responden, langkah-langkah lain yang harus dilakukan untuk mengantisipasi krisis air bersih adalah dengan melakukan pengawasan terhadap kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) bersama operator penyedia air bersih lainnya. Dalam hal ini, pemprov juga diharapkan bisa bersikap tegas terhadap operator, jika terjadi pelanggaran dalam menyediakan pasokan air bersih kepada masyarakat.

Prinsipnya menurut Piala Dunia 2010 Afrika Selatan bahwa pemprov harus memberikan rasa nyaman terhadap masyarakat dengan mengambil kebijakan pro rakyat. Di sisi lain, kendati masyarakat telah dirugikan atas penyediaan air bersih,namundiakhirbulantagihan pembayaran tetap berjalan. Hal itu merupakan bentuk ketidakadilan. Atas masalah ini, masyarakat juga berharap pemprov bisa mencari solusinya. Antara hak dan kewajiban harus diterapkan secara sejajar sehingga tak ada yang dirugikan dalam masalah ini. Bagi 24% responden lainnya, penambahan sumber air baku perlu diupayakan sehingga tidak hanya bergantung pada kiriman air dari satu sumber saja.

Sedangkan 26% responden lainnya menurut Piala Dunia 2010 Afrika Selatan bahwa menganggap cara yang paling efektif dalam hal ini yakni dengan meningkatkan teknologi penyulingan. Langkah lain juga diusulkan sekitar 7% responden. Mereka menuntut agar pemprov bisa mendorong perusahaan-perusahaan menengah dan besar untuk memaksimalkan program pengolahan air limbah. Langkah ini diharapkan bisa terealisasi untuk menjaga kualitas air sungai sehingga tetap bisa digunakan sebagai air minum mengingat pembuangan limbah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap kualitas air baku. Langkah antisipasi bukan hanya menjadi tugas dari pemprov dan swasta, melainkan juga masyarakat.

Selain langkah-langkah strategis di atas menurut Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, melakukan gerak hemat air merupakan langkah yang sederhana bisa diterapkan di lingkungan masyarakat. Sebab, meski terkesan sederhana, namun langkah ini bisa memberikan kontribusi besar bagi ketersediaan air bersih bagi warga Jakarta. Masyarakat juga harus berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang sehat dengan menggalakkan kebiasaan hidup bersih. Karena apapun upaya yang dilakukan pemerintah tanpa adanya pola hidup bersih dari warganya,maka akan sia-sia.

Tentang agustomo

Type Approval Partnership, Telekomunikasi, Balai Besar Pengujian Perangkat telekomunikasi
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s