Pelaksana Proyek Balla Lompoa Rugi

Pascapenghentian paksa aktivitas pengerjaan proyek revitalisasi Istana Balla Lompoa yang berlangsung sejak Rabu (15/9) lalu, membuat pihak pelaksana proyek menderita kerugian. Dukungan untuk kanghari yang masih newbie.

Selain para pekerja harus berhenti, massa yang menduduki juga merusak sejumlah fisik bangunan.Fisk bangunan yang dimaksud seperti pasangan tegel dan batu. Tidak hanya itu, massa calon kandidat bupati yang masuk tersebut juga merusak papan proyek dan mencoret- coret escavator yang ada. “Khusus kerugian materil, dalam seminggu mencapai Rp80 juta.Di luar kerusakan fisik,”ungkap Gatot Subroto kepala proyek revitalisasi Istana Balla Lompoa yang ditemui Harian Seputar Indonesia (SINDO) akhir pekan lalu. Dia melanjutkan, penghentian kerja selama empat hari berturut secara otomatis memberi pengaruh besar pada jadwal perampungan revitalisasi.

Jika penyelesaian proyek itu terlambat dari kontrak yang telah disepakati, berdasarkan dokumen lelang, pelaksana revitalisasi akan didenda. Proyek revitalisasi Istana Balla Lampoa beranggaran Rp 23 miliar yang bersumber dari APBD Sulsel dan APBD Gowa itu harus rampung pada 9 Desember 2010. ‘’Terhambat memang. Terpaksa kami harus kerja keras untuk mengejar batas kontrak 9 Desember untuk rampung total,” jelasnya. Menurutnya, pihaknya akan kembali bekerja minggu ini, setelah menerima jaminan keamanan dari Polres Gowa,Pemkab dan Balai Purbakala Sulsel.

“Kalau upaya frontal,sebenarnya kami juga bisa lakukan untuk menghadapi massa itu.Namun, bukan itu yang kita prioritaskan, sebab yang kami pikir persiapan pengangkatan istana pada pertengahan Oktober harus segera dilakukan,” ujarnya. Hal sama diakui PPTK Revitalisasi Balla Lompoa Muh Yusran. Kepada wartawan saat dikonfirmasi, Jumat (17/9) siang,Yusran mengaku persoalan duduknya massa Maddusila di kawasan Istana Balla Lompoa dan melakukan penghentian paksa pekerjaan menjadi kerugian besar di pihak PT Star Mitra Sulawesi sebagai pelaksana proyek.

Di proyek revitalisasi yang sisa menunggu prosesi pengangkatan fisik Istana Balla Lompoa setinggi tiga meter dari tanah yang menurut rencana akan dilakukan sebelum prosesi ritual Accera Kalompoang (pencucian benda-benad pusaka kerajaan) pada Idul Adha, November nanti, juga membuat sebanyak 100 orang buruh dipekerjakan menderita. ‘’Dari seratusan pekerja yang mulai berhenti beraktivitas sejak Rabu lalu itu, telah terjadi kerugian besar, belum lagi jika proyek ini kena denda karena tak tuntas tepat waktu,’’ kata Yusran.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polresta Gowa dengan dengan nomor laporan TPL/789/IX/ 2010/SPK-RESTA diterima pada unit SPK Bagian Pelayanan Masyarakat oleh petugas bernama Aipda A Rahman K dengan laporan tindak pida pengrusakan bangunan museum Balla Lompoa. ‘’Kami sudah melaporkan massa Maddusila atas tuduhan pengrusakan dan menghalangi pelaksanaan proyek sehingga pihak proyek kini merugi besar baik materil maupun in materil.

Kami sudah melaporkannya pada Rabu itu juga dan kami minta pertanggung jawaban pihak Maddusila atas masalah ini,’’ terang Yusran. Sampai saat ini secara total, fisik pekerjaan sudah mencapai 70%.Yang tersisa hanya pekerjaan pelataran istana dan pengangkatan rangka istana saja.

Tentang agustomo

Type Approval Partnership, Telekomunikasi, Balai Besar Pengujian Perangkat telekomunikasi
Pos ini dipublikasikan di News dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s