Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gowa meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa segera memproses secara hukum eks Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (Perusda) Holding Company Gowa Mandiri (HCGM) karena diduga menjual aset Perusda pada 2011.

Sekretaris Komisi III DPRD Gowa Haris Tappa menilai, eks Dirut Perusda Wakito yang telah menggadaikan aset Pemkab merupakan pelanggaran dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Apalagi, hal itu dilakukan untuk kepentingan pribadi. “Menggadaikan aset milik Perusda sama saja melakukan tindak pidana korupsi dan jelas melanggar hukum. Karena itu, Pemkab harus bertindak tegas dengan melaporkan eks Dirut Perusda tersebut kepada polisi,” kata dia di Sungguminasa, kemarin.

Legislator PAN Gowa ini mengatakan, dengan memproses secara hukum dapat memberikan efek jera kepada pejabat maupun manajemen Perusda yang baru agar tidak berbuat di luar ketentuan hukum. “Saya mengingatkan manajemen baru Perusda tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum seperti dilakukan eks Dirut Perusda itu,” ungkap anggota DPRD periode 2010–2015.

Haris menengarai manajemen Holding Company periode eks Dirut Wakito bermasalah. Paling menonjol, yakni tidak tercapainya target pendapatan asli daerah (PAD) 2010 sebesar Rp3 miliar. Pendapatan yang dicapai hanya Rp1,5 miliar, padahal potensi Holding cukup besar.“Itupunbelumdilaporkan kepada Pemkab,”ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, aset milik Pemkab Gowa yang digadaikan, yakni 1 unit dump truck, 2 mobil pikap, dan 1 unit ekskavator.Total nilai aset itu mencapai Rp500 juta dan uang hasil gadai itu untuk kepentingan pribadi. Hal itu diketahui setelah Inspektorat Gowa mengaudit perusahaan milik Pemkab Gowa tersebut.

Kepala Inspektorat Gowa Abbas Alauddin membenarkan adanya aset Perusda digadaikan mantan Dirut Perusda diketahui setelah pihak Inspektorat memeriksa manajemen perusahaan tersebut. “Inspektorat memang menemukan adanya dugaan mantan Dirut Perusda menggadai aset perusahaan,” ungkapnya kepada wartawan di Gowa,kemarin.

Sementara itu, mantan Dirut HCGM Wakito mengakui aset Perusda senilai Rp500 juta telah digadaikan. Namun, hal itu demi kepentingan perusahaan bukan digunakan kepentingan pribadi.“Memang ada aset Perusda yang digadai,tapi itu kepentingan perusahaan,” ujarnya.

Tentang agustomo

Type Approval Partnership, Telekomunikasi, Balai Besar Pengujian Perangkat telekomunikasi
Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s